Gagal jantung seringkali menjadi kondisi yang sulit dikenali pada tahap awal karena gejalanya muncul secara perlahan dan kadang terasa ringan. Banyak orang mengira tanda-tanda yang muncul hanyalah kelelahan biasa atau penuaan. Padahal, mengenali gejala gagal jantung sejak dini sangat penting agar pengobatan bisa dilakukan lebih cepat dan mencegah komplikasi serius. Berikut beberapa tanda yang sering diabaikan namun patut diwaspadai.
1. Sesak Napas Tanpa Sebab Jelas
Salah satu gejala gagal jantung yang paling umum adalah sesak napas. Awalnya, mungkin kamu hanya merasa ngos-ngosan saat menaiki tangga atau berolahraga ringan. Namun, seiring waktu, sesak napas bisa muncul bahkan saat sedang istirahat atau tidur. Hal ini terjadi karena jantung tidak mampu memompa darah dengan optimal sehingga cairan menumpuk di paru-paru.
Perasaan sesak napas ini sering dianggap remeh karena bisa mirip dengan gejala asma atau flu. Namun, jika terjadi terus-menerus dan semakin memburuk, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Mengenali tanda ini sejak awal bisa membantu mencegah kondisi jantung semakin parah.
Beberapa orang juga mengalami batuk kering atau mengi di malam hari, terutama saat berbaring. Ini juga termasuk gejala gagal jantung yang sering tidak disadari.
Baca Juga: Tanda Sistem Imun Melemah yang Perlu Diwaspadai
2. Kelelahan yang Tidak Biasa
Rasa lelah berlebihan adalah salah satu tanda halus dari gejala gagal jantung. Kalau kamu merasa capek padahal aktivitas harian biasa saja, ini bisa menjadi alarm dari tubuhmu. Kelelahan muncul karena otot dan organ tubuh tidak mendapatkan suplai darah yang cukup akibat fungsi jantung menurun.
Kelelahan ini biasanya lebih parah di sore atau malam hari, dan tidak hilang meskipun sudah beristirahat. Orang yang aktif pun bisa merasa lemas tanpa alasan yang jelas.
Meskipun terlihat seperti gejala biasa akibat stres atau kurang tidur, kombinasi kelelahan dengan sesak napas bisa menjadi indikator kuat gejala gagal jantung.
3. Pembengkakan pada Kaki dan Pergelangan
Jika kaki atau pergelanganmu sering bengkak tanpa sebab jelas, ini bisa menjadi gejala gagal jantung. Pembengkakan terjadi karena jantung tidak mampu memompa darah dengan baik, sehingga cairan menumpuk di jaringan tubuh, terutama kaki dan pergelangan.
Biasanya, pembengkakan muncul di sore hari dan terasa lebih parah setelah berdiri lama. Beberapa orang juga mengeluhkan kaki terasa berat atau nyeri ringan.
Mengetahui tanda ini penting karena seringkali dianggap hanya akibat kelelahan atau berdiri terlalu lama. Padahal, ini bisa menjadi sinyal awal masalah jantung.
4. Detak Jantung Tidak Teratur
Detak jantung yang cepat, lambat, atau tidak teratur merupakan salah satu gejala gagal jantung yang sering terabaikan. Jantung yang lemah bisa membuat ritme detak jantung berubah, bahkan saat sedang santai.
Beberapa orang merasakan jantung “berdebar-debar” atau seperti tersentak-sentak. Ini biasanya muncul ketika melakukan aktivitas ringan atau saat istirahat.
Jika tidak segera diperiksa, kondisi ini bisa meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke atau serangan jantung
Baca Juga: Mengenal Cognitive Behavioral Therapy, Terapi Utama Untuk Mengatasi Gangguan Mental
5. Sulit Tidur atau Terbangun di Malam Hari
Gangguan tidur sering dikaitkan dengan stres atau rutinitas harian, tapi ini juga bisa menjadi gejala gagal jantung. Cairan yang menumpuk di paru-paru saat berbaring membuat pernapasan terganggu sehingga kamu terbangun di malam hari.
Banyak orang mengalami kesulitan bernapas saat tidur atau harus tidur dengan posisi kepala lebih tinggi. Hal ini sering dianggap sepele, padahal penting untuk diperhatikan.
Gejala ini biasanya disertai dengan batuk atau rasa sesak, menandakan jantung tidak memompa darah secara optimal.
6. Penambahan Berat Badan Mendadak
Peningkatan berat badan secara cepat tanpa alasan jelas bisa menjadi salah satu gejala gagal jantung. Penumpukan cairan di tubuh akibat fungsi jantung yang menurun membuat berat badan bertambah drastis dalam waktu singkat.
Orang yang sebelumnya stabil berat badannya bisa mengalami kenaikan beberapa kilogram dalam beberapa hari. Pembengkakan di perut, kaki, dan pergelangan menjadi tanda tambahan yang perlu diwaspadai.
Memantau berat badan secara rutin bisa membantu mendeteksi gejala gagal jantung sejak dini sebelum kondisi memburuk.
7. Penurunan Nafsu Makan
Gangguan pencernaan atau rasa tidak nyaman di perut bisa menjadi bagian dari gejala gagal jantung. Penumpukan cairan di organ perut membuat orang merasa cepat kenyang atau tidak nafsu makan.
Selain itu, rasa mual ringan bisa muncul karena organ tubuh tidak mendapatkan darah yang cukup. Kondisi ini sering di abaikan karena di anggap masalah pencernaan biasa.
Perubahan pola makan yang drastis di sertai kelelahan dan sesak napas bisa menjadi indikasi bahwa jantung membutuhkan perhatian medis.
8. Pusing atau Sering Pingsan
Pusing ringan hingga kehilangan kesadaran bisa menjadi tanda gejala gagal jantung. Hal ini terjadi karena jantung yang lemah tidak mampu memompa darah secara efektif ke otak.
Gejala ini sering muncul saat bangun terlalu cepat atau setelah melakukan aktivitas fisik ringan. Selain itu, tekanan darah yang tidak stabil juga bisa memperparah kondisi ini.
Jika sering mengalami pusing atau hampir pingsan, segera konsultasikan dengan dokter untuk memastikan fungsi jantungmu tetap normal.
9. Batuk atau Mengi yang Berkepanjangan
Batuk kering yang tidak sembuh-sembuh atau suara mengi juga termasuk gejala gagal jantung. Cairan yang menumpuk di paru-paru akibat jantung yang lemah menyebabkan gangguan pernapasan ini.
Batuk biasanya lebih terasa saat malam hari atau saat berbaring. Beberapa orang juga mengeluarkan lendir berwarna putih atau sedikit merah muda.
Meskipun terlihat mirip dengan gejala flu atau alergi, batuk yang berlangsung lama dan di sertai sesak napas sebaiknya di periksa lebih lanjut.
10. Mudah Terlihat Bingung atau Kesulitan Fokus
Penurunan aliran darah ke otak akibat fungsi jantung yang buruk bisa memengaruhi kemampuan berpikir. Ini termasuk gejala gagal jantung yang sering tidak di sadari karena terlihat seperti stres atau kelelahan biasa.
Orang yang biasanya fokus dengan mudah bisa mulai sering lupa, bingung dengan hal sederhana, atau kesulitan mengambil keputusan cepat.
Gejala ini biasanya lebih jelas pada orang tua, namun juga bisa terjadi pada usia produktif jika gagal jantung sudah cukup serius.